UNY Dampingi Guru SMA Susun Instrumen Penilaian Pembelajaran Berdiferensiasi

YOGYAKARTA. Tim dosen Departemen Pendidikan Fisika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan pendampingan penyusunan instrumen penilaian pembelajaran berdiferensiasi bagi guru SMA yang tergabung dalam MGMP Fisika Kota Yogyakarta, di ruang sidang Departemen Pendidikan Fisika UNY (Senin, 6/7/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam menyusun instrumen penilaian yang adaptif, valid, dan reliabel sesuai kebutuhan belajar siswa.

Ketua Research Group Asesmen dan Evaluasi Pembelajaran Fisika UNY, Supahar, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota MGMP Fisika se-Kota Yogyakarta serta memperkuat pemahaman mengenai pengembangan asesmen yang terus berkembang mengikuti perkembangan strategi pembelajaran.

“Pengembangan asesmen harus selaras dengan metode pembelajaran yang digunakan. Salah satu strategi penting adalah memanfaatkan pre-asesmen atau asesmen awal sebagai dasar merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.

Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih dominannya praktik penilaian yang berorientasi pada pemberian skor akhir saja. Kondisi tersebut dinilai belum mampu berfungsi optimal sebagai alat diagnostik untuk memetakan keragaman kesiapan dan kebutuhan belajar siswa, khususnya pada kelas yang heterogen.

Dosen Departemen Pendidikan Fisika UNY, Pramudya Wahyu Pradana, menjelaskan program pendampingan dirancang untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep penilaian berdiferensiasi yang selaras dengan pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu, peserta didampingi melakukan self-assesment pada instrumen penilaian yang sudah digunakan guru pada pembelajaran sebelumnya. Tujuannya, agar mampu menyesuaikan dengan standar instrumen yang sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi mulai dari kisi-kisi, rubrik analitik, serta mekanisme pemberian umpan balik yang mampu mendorong perkembangan belajar siswa.

Menurutnya, luaran konkret program ini berupa paket instrumen penilaian berdiferensiasi, termasuk soal bertingkat atau pilihan penugasan, rubrik analitik, serta panduan implementasi yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan mutu praktik penilaian yang lebih inklusif, adil, dan efektif. Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, MGMP, dan pemangku kepentingan pendidikan memperkuat implementasi SDG-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dosen Departemen Pendidikan Fisika UNY, Tsania Nur Diyana, menambahkan bahwa program tersebut turut berkontribusi pada peningkatan indikator kinerja perguruan tinggi melalui pelibatan mahasiswa sebagai tim pengabdian, pendamping praktik, dan tim teknis pelaksanaan kegiatan.

“Kolaborasi ini memperkuat peran dosen dalam pengabdian sesuai bidang keilmuan asesmen dan evaluasi pembelajaran sekaligus membangun kemitraan yang lebih produktif dan berkelanjutan antara perguruan tinggi dengan sekolah. Ke depan, kami juga menyiapkan dokumen kerja sama dan rencana tindak lanjut sebagai bentuk keberlanjutan program,” katanya.

Tim pengabdian terdiri atas Pramudya Wahyu Pradana, Supahar, Tsania Nur Diyana, Irvany Nurita Pebriana, serta mahasiswa Agil Lia Saputri, Yuliani Hidayah, Wahyu Nuraini, Aisyah Putri, dan Andri Nur Cahyo. 

Melalui pendampingan ini, guru diharapkan semakin mampu menerapkan penilaian yang berorientasi pada kebutuhan belajar peserta didik sehingga kualitas pembelajaran di SMA dapat meningkat secara lebih merata dan berkelanjutan.

Indonesian